Thursday, August 9, 2007

Meski saya termasuk orang yang 'dijuluki' keturunan, sejak SMP saya tidak lagi merayakan Tahun Baru Imlek, karena saya tidak ingin membedakan diri dan memilih merayakan tahun baru bersama rakyat Indonesia pada umumnya.

- Renny Turangga, 25 tahun, Jakarta